Jumat, 03 Desember 2010

Perubahan Kata Baku Pada Penulisan dan Percakapan



Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non baku. Hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan. Faktor ini mengakibabkan daerah yang satu berdialek berbeda dengan dialek didaerah yang lain, walaupun bahasa yang digunakannya terhadap bahasa Indonesia.

Saat kita mempergunakan bahasa Indonesia perlu diperhatikan dan kesempatan. Misalnya kapan kita mempunyai ragam bahasa baku dipakai apabila pada situasi resmi, ilmiah. Tetapai ragam bahasa non baku dipakai pada situas santai dengan keluarga, teman, dan di pasar, tulisan pribadi, buku harian. Ragam bahasa non baku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan.

Penggunaan Kata-Kata Baku
Masuknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang perekuensi penggunaanya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan- pertimbangan khusus. Misalnya:
Bahasa Baku Bahasa Tidak Baku
- cantik sekali - cantik banget
- lurus saja - lempeng saja
- masih kacau - masih sembraut
- uang - duit
- tidak mudah - enggak gampang
- diikat dengan kawat - diikat sama kawat
- bagaimana kabarnya - gimana kabarnya
Penggunaan Ejaan Resmi Dalam Ragam Tulisan
Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disebut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (singkat EyD) EyD mengatur mulai dari penggunaan huruf, penulisan kata, penulisan partikel, penulisan angka penulisan unsur serapan, sampai pada penggunaan tanda baca.
Misalnya:
Bahasa Baku Bahasa Tidak Baku
- bersama-sama - bersama2
- melipatgandakan - melipat gandakan
- pergi ke pasar - pergi kepasar
- ekspres - ekspres, espres
- sistem – sistim
Penggunaan Lafal Baku Dalam Ragam Lisan
Hingga saat ini lafal yang benar atau baku dalam bahasa Indonesia belum pernah ditetapkan. Tetapi ada pendapat umum bahwa lafal baku dalam bahasa Indonesia adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau lafl daerah.
Misalnya:
Bahasa Baku Bahasa Tidak Baku
- atap - atep
- menggunakan - menggaken
- pendidikan - pendidi’an
- kalaw - kalo,kalo’
- habis - abis
- dengan - dengen
- subuh - subueh
- senin - senen
- mantap - mantep
- pergi - pegi
- hilang - ilang
- dalam – dalem
Jadi kesimpulannya adalah Bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok ajuan, yang dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa baku bahasa Indonesia memang sulit untuk dijalankan, atau yang digunakan karena untuk memahaminay dibutuhkan daya nalar yang tinggi. Dengan menggunakan ragam bahasa baku, seseorang akan menaikkan
prestisenya.

Bahasa baku ialah satu jenis bahasa yang menggambarkan keseragaman dalam bentuk dan fungsi bahasa, menurut ahli linguistik Einar Haugen. Ia dikatakan sebagai "loghat yang paling betul" bagi sesuatu bahasa.
Keseragaman dalam bentuk bererti bahawa bahasa baku sudah dikodifikasikan, baik dari segi ejaan, peristilahan, mahupun tatabahasa, walaupun kodifikasi bahasa itu tidaklah semestinya merupakan penyeragaman kod yang mutlak. Misalnya, dalam tatabahasa sudah ada rumus morfologi Melayu yang menetapkan bahawa konsonan k pada sesuatu kata dasar digugurkan apabila diberi awalan meN; umpamanya kasih menjadi mengasihi, dan ketat menjadi mengetatkan. Tetapi dengan masuknya kata asing yang mengandungi gugus konsonan pada awal kata, rumus tersebut diberi rumus tambahan, iaitu untuk kes tersebut, konsonan k tidak digugurkan apabila diberi awalan meNG; umpamanya kritik menjadi mengkritik.

Cinta Terlarang







Sinopsis :
Buku Terbaik Publisher Weekly 2007
Pemenang Rauxa Award 2007

Elio, seorang remaja pria Italia, merasa kalut dan kebingungan ketika merasa dirinya jatuh cinta setengah mati kepada tamu lelaki dari Amerika yang menginap di rumahnya selama musim panas. Tidak yakin terhadap keinginannya sendiri, ia berusaha keras mengingkari perasaan tertariknya yang tak wajar itu. Walaupun suka menyendiri dan lebih pandai bergaul dengan buku ketimbang dengan manusia, secara fisik ia sangat menarik dan banyak perempuan mengejarnya.

Di luar dugaan, Elio tidak bertepuk sebelah tangan. Oliver ternyata membalas perasaannya. Di akhir musim panas itu, mereka pergi ke Roma sebelum Oliver pulang ke negaranya. Di kota itu, mereka menemukan kehangatan dan kebersamaan total yang jarang dimiliki pasangan lain, tanpa menyadari itulah terakhir kalinya mereka bisa berdua. Oliver kemudian pulang ke Amerika dan menikah dengan seorang wanita. Merasa dikhianati, Elio yang patah hati menolak bertemu dengan kekasihnya. Namun, seumur hidup ia tak mampu melepaskan diri dari bayangan Oliver. Ia menunggu bertahun-tahun untuk memastikan bahwa perasaan mereka bukan sekadar cinta semusim.

Novel ini mengisahkan liku-liku cinta terlarang dengan segala dilema dan tarik ulurnya. Hubungan Elio dan Oliver juga diwarnai hubungan bercabang mereka dengan sejumlah perempuan. Novel ini bukan hanya enak dibaca, tapi juga menghibur dan sekaligus membuka wawasan kita tentang makna cinta dan pengorbanan.

Spesifikasi Buku
Penerbit : Serambi
Pengarang : Andre Aciman
Kelompok : Novel

Kamis, 02 Desember 2010

Kamus bahasa ALAY



Buat iseng-iseng aja nih aku mau membahas tentang alay, kayanya lagi booming banget sih mereka. Selain booming di dunia nyata, mereka juga booming di dunia maya, ya seperti misalnya facebook ini nih. Sekedar melihat ke belakang, kayanya pertama-tama kita mesti tau dulu pengertian alay tuh apa. Alay pada dasarnya memiliki arti Anak LAYangan. Mungkin kata alay itu ada karena ada segerombolan anak kampung yang gayanya gitu deh, terus rambutnya merah, kaya orang keseringan main layangan. Kalo orang keseringan main layangan kan rambutnya merah kena matahari, ya merahnya merah kaya gitu. Ngecatnya juga nggak ngerti tuh pake cat apa, mungkin cat tembok, cat air, cat minyak, atau jangan-jangan cat woman?

Huruf yang mereka pake nggak lazim banget. Allah aja waktu bikin Al-Quran nggak gitu-gitu amat kok hurufnya. Nah ini kaya gini nih. Ini kan namanya menentang Tuhan, ya nggak sih? Contohnya nih ya : "W 9Hy D! HuMZzZ. . . ? ? ?" Artinya : aku lagi di rumah. Sebenernya, kalo kita tulis dengan normal, it's so simple. aku di rumah. Tapi yang ini, udah simpel maunya malah jadi ribet. Udah gitu, pake tanda bacanya ngaco pula. "Gue di rumah." itu kan merupakan statement, alias kita menyatakan bahwa kita itu ada di rumah. Jadi kalimat itu bisa diselesaikan dengan tanda baca berupa titik. Tapi mereka beda, malah pake ". . . ? ? ?" So, what's that? mau ngomong, apa lo mau nanya lagi sih? Kaya gini nih yang bikin bacanya ribet, orang harusnya bisa baca beberapa detik, karena keanehan tulisannya, jadi perlu sekitar beberapa menit buat ngerti.



Gue : W, Wa, Q, Qu, G
Lo/kamu : U
Rumah : Humz, Hozz
Aja : Ja, Ajj Yang : Iank/Iang, Eank/Eang
Boleh : Leh
Baru : Ru
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum
Cape : Cppe, Cpeg
Kan : Khan, Kant, Kanz
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckepp
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb
Dulu : Duluw Chat : C8
Tempat : T4
Sempat : S4
Telepon : Tilp
Ini : Iniyh, Nc
Ketawa : wkwkwk, xixixi, haghaghag, w.k.k.k.k.k., wkowkowkwo
Nggak : Gga, Gax, Gag, Gz
Hai : Ui
SMS : ZMZ, XMX, MZ
Lagi : Ghiy, Ghiey, Gi
Apa : Pa, PPa
Tapi : PPi
Mengeluh : Hufft
Sih : Siech, Sieyh, Ciyh
Dong : Dumz, Dum
Reply : Repp
Halo : Alow Sayang : Saiank, Saiang
Lucu : Luthu, Uchul, Luchuw
Khusus : Khuzuz
Kalian : Klianz
Add : Et, Ett
Banget : Bangedh, Beud, Beut
Nya, contoh : misalnya, jadi misalna, misal'a, misal.a
Imut : Imoetz, Mutz
Loh : Loch, Lochkz, Lochx
Gitu : Gtw, Gitchu, Gituw
Salam : Lam
Kenal : Nal
Buat : Wat, Wad
Cewek : Cwekz
Cowok : Cwokz
Karena/Soalnya : Coz, Cz
Masuk : Suk, Mzuk, Mzug, Mzugg
Punya : Pya, P'y
Pasti : Pzt
Anak : Nax, Anx, Naq (ko-naq?)
Cuekin : Cuxin
Curhat : Cvrht
Terus : Rus, Tyuz, Tyz
Tiap : Tyap
Kalau : Kaluw, Klw, Low
Setiap : Styp
Main : Men
Paling : Plink, P'ling
Love : Luph, Luff, Loupz, Louphh
Makan : Mumz, Mamz
Yuk : Yuq, Yuqz, Yukz
Lupa : Lupz
Udah : Dagh
Kamu : Kamuh, Kamyu, Qmu, Kamuwh
Aku : Akyu, Akuwh, Akku, q.
Maaf : Mu'uv, Muupz, Muuv
Sorry : Cowwyy, Sowry
Siapa : Sppa, Cppa, Cpa, Spa
Kakak : Kakagg






















Jumat, 26 November 2010

Terlalu banyak cahaya saat malam naikkan berat badan ??


Berdasarkan penelitian pada tikus, paparan cahaya saat malam bisa mengakibatkan berat badan naik, bahkan tanpa mengubah kegiatan fisik atau makan lebih banyak. Para peneliti menemukan bahwa tikus yang diterpa cahaya redup pada malam hari selama delapan minggu  berat tubuhnya bertambah 50 persen lebih banyak dari tikus yang hidup dengan siklus standar terang dan gelap.
“Meski tidak ada perbedaan dalam tingkat aktivitas atau konsumsi makanan sehari-hari, tikus yang hidup dengan cahaya saat malam menjadi lebih gemuk daripada yang lain,” kata Laura Fonken, penulis penelitian dan mahasiswi doktoral  neuroscience  di Ohio State University, seperti dikutip dari ScienceDaily. Penelitian ini dipublikasikan dalam  Proceedings of the National Academy of Sciences, minggu ini.
Bila tikus tidak kurang aktif atau makan lebih banyak, apalagi penyebab berat badan bertambah? Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang hidup dengan cahaya saat malam makan pada waktu mereka di luar kebiasaan mereka.
Dalam satu penelitian, tikus yang terpapar cahaya saat malam, berat badannya tidak bertambah lebih banyak dari tikus dalam siklus terang dan gelap. Persediaan makanan tikus itu dibatasi ke waktu makan normal.
“Sesuatu mengenai cahaya pada malam membuat tikus dalam penelitian kami ingin makan di saat yang salah untuk memetabolisme makanan mereka dengan benar,” kata Randy Nelson, yang juga menulis penelitian dan seorang profesor psikologi dan  neuroscience di Ohio State University.
Dalam satu penelitian, tikus dirumahkan dalam satu dari tiga kondisi: terpaan cahaya selama 24 jam terus-menerus, siklus standar terang dan gelap (terpaan cahaya selama 16 jam, 8 jam gelap), atau 16 jam cahaya siang hari dan 8 jam cahaya redup.
Para peneliti mengukur berapa banyak makanan yang dipakai tikus setiap hari. Mereka juga mengukur berapa banyak mereka bergerak di sekitar kandang mereka setiap hari melalui sistem persimpangan sinar inframerah. Massa tubuh dihitung setiap minggu.
Hasilnya menunjukkan bahwa tikus dengan cahaya redup saat malam massa tubuhnya meningkat lebih tinggi dari mereka yang hidup dalam siklus standar terang dan gelap. Berat mereka meningkat sejak minggu pertama penelitian dan terus berlanjut.
Pada akhir penelitian, tikus yang hidup dengan cahaya malam hari berat badannya kira-kira 12 gram. Tikus yang hidup dengan siklus standar terang dan gelap berat badannya 8 gram. Tikus yang mendapat terpaan cahaya terus menerus juga memiliki berat badan lebih dari mereka yang hidup dengan siklus standar terang dan gelap. Nelson mengatakan tikus yang hidup dengan cahaya redup di malam hari merupakan perbandingan yang lebih baik untuk paparan cahaya yang biasa diperoleh manusia.
Tikus yang mendapat cahaya redup pada malam hari juga menunjukkan tingkat lemak epididimis lebih tinggi dan gangguan toleransi glukosa, penanda diabetes.
Hasil penelitian menunjukkan tikus dengan cahaya redup tidak makan lebih banyak dari tikus lain. Mereka berubah saat makan. Tikus-tikus itu adalah nokturnal. Mereka biasanya makan dalam jumlah besar di malam hari. Tikus yang hidup dengan cahaya redup makan 55 persen makanan mereka selama siang hari. Sementara tikus yang hidup dengan siklus standar hanya 36 persen.
Para peneliti melakukan penelitian kedua karena waktu makan penting. Mirip dengan yang pertama, dengan satu perbedaan penting: sebagai ganti ketersediaan makanan sepanjang waktu, ketersediaan makanan dibatasi ke waktu lain saat tikus biasanya aktif atau saat mereka istirahat.
Dalam percobaan ini, tikus terkena cahaya redup di malam hari tidak memiliki berat badan lebih besar daripada yang lain saat makanan mereka dibatasi ke waktu mereka aktif.
“Saat kami membatasi asupan makanan mereka ke waktu mereka makan secara normal, kami tidak melihat berat badan bertambah. Ini menambah bukti bahwa waktu makan penting untuk peningkatan berat badan,” kata Fonken.
Penemuan ini menunjukkan bahwa tingkat kortikosteron, hormon stres, tidak berbeda dalam tikus dengan cahaya redup di malam hari dibandingkan mereka yang hidup dengan siklus standar.
“Ini penting karena kortikosteron sudah dihubungkan dengan perubahan metabolisme,” kata Fonken.
Penelitian itu menunjukkan tingkat kortikosteron tikus tidak perlu berubah untuk berubah dalam metabolisme. Para peneliti percaya cahaya bisa mengganggu tingkat hormon melatonin, yang terlibat dalam metabolisme. Selain itu, bisa mengganggu jam biologis, yang membantu pengendalian saat binatang makan dan saat mereka aktif.
Penemuan itu menunjukkan kemungkinan alasan lain untuk epidemi obesitas di negara barat. “Cahaya di malam hari adalah faktor lingkungan yang bisa berkontribusi pada epidemi obesitas dalam cara yang tak diharapkan orang. Obesitas sosial berhubungan dengan jumlah faktor-faktor termasuk banyaknya paparan cahaya di malam hari,” kata Nelson.
Contohnya, para peneliti suda mengenali penggunaan komputer dan televisi berkepanjangan dilihat sebagai faktor risiko. Tetapi, penelitian itu difokuskan pada bagaimana mereka dikaitkan dengan kurangnya kegiatan fisik.
“Mungkin orang yang banyak menggunakan komputer dan menonton TV di malam hari makan di waktu salah, mengganggu metabolisme mereka. Jelas, mempertahankan berat badan perlu menjaga asupan kalori rendah dan kegiatan fisik tinggi. Tetapi, faktor lingkungan ini bisa menjelaskan kenapa beberapa orang yang mempertahankan keseimbangan energi bagus masih bisa menambah berat badan,” kata Nelson.

sumber : http://gizi.net/2010/10/terlalu-banyak-cahaya-saat-malam-naikkan-berat-badan-kok-bisa/

Riwayat hidup sang penyair




Medan pertempuran Timur dan Barat

Latar belakang kelahiran
                Abdul Hadi Wiji Muthari, kelahiran Pasongsongan, Sumenep, Madura tanggal 24Juni 1946, berangkat menuju kebudayaan dunia, Timur dan Barat
Latar belakang pendidikan
                Abdul Hadi W.M, saat SD,SMP dan SMA bersekolah di Sumenep, Madura kemudian di Surabaya. Ia mula-mula mempelajari Filosofi dan kesustraan Indonesia di fakultas sastra dan kebudayaan universitas Gajah Mada(UGM)Yogyakarta, meraih gelar sarjana muda bidang filsafat barat, pusat pengajian  Ilmu Kemanusiaan, Universitas Sains Malaysia (Malaysia, meraih M.A dan Ph.D)
                Selain itu, Abdul Hadi W.M, juga mempunyai  jabatan resmi sebagai dosen Universitas Paramadina Mulya, Universitas Indonesia, Universitas Sains Malaysia dan Anggota Dewan Kurator Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal,Jakarta.
                Beberapa penghargaan yang pernah di raih olehnya antara lain;
1)      HAdiah puisi terbaik kedua majalah Horison (1969)
2)      Hadiah buku puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta (1978)
3)      Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1979)
4)      SEA  Write Award, Thailand (1985)